Travel

Berjalan Kaki Menyusuri Kathmandu Nepal

1
kathmandu nepal

Kathmandu, yap ibukota Nepal merupakan kota yang cukup familiar untuk kita dengar sama halnya dengan saya. Dari merk outfit outdoor dan adventure, dan juga lokasi syuting Dr. Strange dari marvel universe yang sempat membuat sekepo apa dan bagaimana suasana di kota terbesar Nepal ini.

Hingga pada saat itu akhirnya saya turun dari pesawat di Bandara Internasional Tribhuvan, suhu yang sejuk menjemput saya sebagai ucapan selamat datang sampai di negara ini. Saya bisa merasakan hawa yang sejuk langsung karena tidak ada garbarata di bandara ini, jadi langsung berasa ‘nyess’. Bandara internasional Tribhuvan tidaklah seperti kebanyakan bandara besar di suatu negara, memang jika dibandingkan dengan Indonesia sebagai bandara berkelas Internasional Tribhuvan International airport sangatlah kecil.

penjual souvener pashmina
Suasana jalan dan pertokoan di Thamel

Sama halnya dengan kebanyakan destinasi wisata di Indonesia, layaknya Jogja dengan Prawirotaman, Bali dengan daerah Kuta begitu juga dengan Kathmandu. Pusat penginapan bagi berbagai turis mancanegara biasanya terpusat di Thamel.

Persiapkanlah masker karena kebanyakan di daerah Kathamandu memiliki jenis tanah yang berdebu. Terlihat juga jalan-jalan yang berada di Kathmandu merupakan jalan-jalan kecil, namun bukan hanya dikawasan perkotaan. Jalan penghubung Kathmandu dengan kota kedua terbesar Pokhara juga bisa dibilang kecil untuk jalan Nasional mereka.

gang-jalan-kecil
Jalan kecil dihiasi prayer flag

Kawasan Tibet, dan Nepal memang terkenal masyarakatnya menggunakan prayer flag sebagai salah satu bentuk keagamaan mereka. Dulu saya kira bendera-bendera tersebut layaknya untuk keindahan semata, dan untuk daya tarik pariwisata ternyata terdapat maksud tersendiri yaitu berisi doa-doa dalam agama mereka.

pasar-kecil
pasar-kecil yang bisa dijadikan sport berfoto

Bagi kalian yang gemar dengan street photography, jalan-jalan di Kathmandu juga cukup instragamable. Terdapat juga beberapa pasar-pasar kecil tradisional yang berada di persimpangan jalan yang besar, mereka menjual berbagai hal seperti kebutuhan seperti sayur mayur, dan sebagainya. Harganya juga cukup murah dibanding dengan membelinya di warung atau toko yang memang untuk turis. Saya juga membutikannya, membeli satu tandan pisang dipasar-pasar kecil tersebut dengan kemampuan nego yang terbatas karena sang penjual takbisa berbahasa Inggris saya mendapatkan harga 100 NPR, atau sekitar 1 USD, cukuplah murah dan pisang yang kami dapatkan juga enak dan segar hehe.

suasana-terminal
suasana-terminal kecil di kathmandu nepal

Nepal bisa dibilang berkiblat kepada India, meskipun saya belum pernah ke India tetapi hal tersebut saya peroleh dari berbagai traveler lain yang pernah ke India. Bisa kalian liat juga bahwa banyak kendaraan Nepal yang berasal dari India, merk-merk seperti Tata, Mahindra, Bajaj, paling banyak menghiasi jalanan Nepal.

uasana-malam kathmandu nepal
pertokoan pusat turis di thamel kathmandu

Pada kawasan tertentu di Thamel seperti yang terlihat bisa dibilang cantik, dan sekilas terlihat seperti layanya di Hongkong begitulah kata teman saya. Memang beberapa tempat disana diberlakukan peraturan larangan kendaraan bermotor, yang jalanan disana kebanyakan berisi pertokoan-pertokoan yang berisi keperluan untuk trekking, souvenir, dan hal – hal lain.

  • aktivitas-kota
  • temple kathmandu
  • arsitektur kathmandu
  • persimpangan-jalan nepal banyak kabel

Cafe Diatas Sungai Pakem Sari Jogja

Next article

1 comment

  1. Nice brader

Berikan sebuah komentar